Wednesday, March 6, 2013

Volcano Resolves - Prologue


Kugenggam erat sepasang tangan itu, mencoba untuk mencegahnya pergi lagi dariku. Setiap perjumpaan kami yang singkat ini, dia akan selalu meninggalkanku di penghujung jalan. Tertatih-tatih ku mengejarnya namun tanpa daya saat kukijapkan mata dalam sekejap dia akan menghilang lagi.

Dia selalu menyisakan sakit dalam dada yang menusuk, tak terasa tangis membasahi pelupuk mataku. Tangis yang menggambarkan penderitaan yang kurasakan setiap bertemu dan berpisah dengannya. Aku tak tahu siapa dia, aku tak bisa meringkas wajahnya dalam ingatanku. Yang kutahu hanyalah bahwa dia.. adalah seseorang yang sangat berarti buatku, seseorang yang begitu berharga, seseorang yang semestinya ada dalam hatiku, tulang rusukku, yang dicabut dengan paksa entah kapan akan dikembalikan.

Dadaku sakit bila mengingatnya, mengingat sosok yang samar, sosok yang hanya meninggalkan sebuah senyum kala memanggil namaku “Piotr” yang didengungkannya berkali-kali ketika kami berdua berlari ditengah hamparan padang bunga lavender. Wanginya yang semerbak dengan warna ungu gelap terhampar hingga dikejauhan, sejauh mata memandang.

Dibawah kami lavender, dengan aromanya yang lembut membelai penciuman kami. Diatas hamparan bunga lavender, kami berbaring berdua, bercengkerama, membincangkan kata-kata yang tak pernah kudengar sebelumnya, bahasa langitkah itu?

Wajahnya yang rupawan dengan bibirnya yang tipis, hidungnya yang tak terlalu mancung, pipinya yang putih bersih dengan mata bulat tersenyum hangat padaku. Alisnya yang lentik hitam sempurna menghiasi kedua matanya yang tengah memandangku dengan penuh cinta. Siapakah dia? Mengapa aku tidak pernah bisa mengingatnya?

Setiap kali kucium bibirnya dengan lembut, dunia akan memisahkan kami. Tapi godaan itu begitu menyakitkan, aku tak sanggup menahan untuk tidak menyentuh bibir indah itu. Bibir yang kutahu adalah milikku, yang kutahu bila kusentuhkan dengan bibirku akan memisahkan kami lagi. Tapi mungkin kali ini berbeda, mungkin setelah ratusan kali ciumanku padanya kali ini dia tidak akan pergi lagi, seperti yang selalu kuyakinkan pada diriku.

Dia tidak akan pergi lagi, dia akan tetap berbaring disini bersamaku, di atas hamparan bunga ini, bunga yang menjadi saksi setiap pertemuan kami yang tak terhitung jumlahnya.

Lembutnya bibir wanita ini saat kusentuhkan bibirku di atasnya membuatku lupa akan dimana diriku berada, semuanya terasa bagai mimpi, hanya kami berdua yang sedang bercumbu disaksikan langit dan bumi bahkan matahari mengintip dengan malu-malu percintaan kami. Dia membisikan namaku lagi, kali ini bisikanya hampir tak kudengar, hanya bibirnya yang bergerak dengan mata terpejam dibawahku. Tapi aku tahu.. dia membisikan namaku.. “Piotr..Piotr.. Piotr..” begitu bibirnya memanggilku.

Kemudian tanpa bisa kucegah, air mata mengalir turun dari matanya yang terpejam, air mata putih jernih yang mengalir tanpa henti. Tak bisa kuhentikan, meski telah kukerahkan segala cara untuk menghentikan tangisannya. Kuhapus dengan kedua tanganku, tak berguna. Kuhapus dengan sapu tanganku, sia-sia. Kuciumi matanya agar air mata itu terhenti, tak kunjung berhasil. Semua yang kulakukan tidak ada gunanya, aku tak berdaya menghentikan tangis wanita ini, wanita yang aku tak tahu namanya, namun begitu kukenal. Dia tidak pernah mau memberitahukan namanya, dia selalu tersenyum dan diam tanpa jawaban setiap kali kutanyakan pertanyaan itu. “Siapakah namamu? Dimanakah kau tinggal? Apa yang kau lakukan disini?”

Dia tidak pernah menjawabnya, dia hanya menggelengkan kepalanya lemah, kemudian berlari lagi memintaku untuk mengejarnya. Seolah bagi wanita ini tiada guna berbicara karena yang paling diinginkannya hanyalah menghabiskan waktu bersama denganku. Kami bermain layaknya anak kecil, riang, gembira, tanpa beban dan bahagia..

Lalu.. mendung yang telah membayangi sedari tadi menggelegarkan dentum gemuruh di langit, menyambarkan kilat ke atas tanah. Hujan seketika turun dengan lebatnya membasahi ladang lavender kami. Memporak-porandakan setiap kuntum bunga, membanjiri ladang subur ini tanpa ampun.

Aku tak bisa menemukannya lagi, kemana dia pergi? Kemana dia menghilang? Sosok yang selalu kucari dalam setiap desah nafasku, dalam setiap debar jantungku. Kemanakah dia pergi? Kemanakah harus kucari dirinya? Hati ini sudah tak sanggup lagi menahan semua perih yang datang menghujam setiap aku kehilangan dirinya.

Aku berlutut, memohon dalam doa agar dipertemukan dengan sosok itu, tulang rusukku yang mengisi separuh jiwaku, yang memiliki hatiku yang akan kutahu bila kumelihatnya, bahwa dialah orangnya. Sosok wanita yang paling dekat dengan hatiku.. tanpa dia aku hanyalah seonggok rangka bertulang tanpa gairah, tanpa jiwa. Karena dia.. dialah separuh nyawaku..

~~~~~

Kubuka mataku, itu semua hanyalah mimpi, namun begitu nyata. Kuusap air mata yang masih menggenang di pipi, bahkan bantal yang kutiduri basah oleh air mataku. Kejadian yang sama telah kualami sepuluh tahun belakangan, sejak usiaku menginjak delapan belas tahun hingga kini aku dewasa, mimpi ini selalu datang menghampiriku. Mimpi yang begitu menyedihkan dengan wanita yang sama, yang tak akan pernah sanggup kuingat lagi ketika kenyataan menghantam kewarasanku. Aku terduduk disisi ranjang, waktu menunjukan pukul tujuh pagi, aku masih punya waktu setengah jam untuk bergegas.

Tapi mengapa mimpi-mimpi ini selalu mewarnai tidurku? Tak pernah aku mempersiapkan sesuatu agar mimpi ini datang lagi dan lagi, seolah menerorku atau mungkin mencoba untuk memberitahuku tentang arti dibalik semua itu. Tapi aku tak pernah percaya dengan segala mitos, apalagi mimpi yang bahkan tak bisa kuingat setelahnya. Tapi semua terasa begitu nyata, siapa yang kubodohi.

Kusentuhkan jari tanganku pada bibirku, terasa hangat, aku bermimpi mencium bibir wanita itu dan kini masih bisa kurasakan bekas ciuman kami. Apakah aku sudah gila? Membayangkan semua itu dikepala dan membawanya dalam kehidupanku? Itu semua hanya mimpi. Mimpi yang terjadi berulang-ulang selama sepuluh tahun belakangan, apakah itu hanya mimpi biasa? Aku sudah melewati fase dimana aku mempercayai mimpi itu, saat tak ada jawaban apapun akan mimpi anehku ini aku berhenti untuk mencoba mencerna jawaban yang kucari. Aku hanya menganggapnya bunga tidur yang bisa kunikmati dan kadang kuhiraukan.

Aku tidak menyukai mimpi ini namun tidak juga membencinya. Aku benci perpisahan, terutama kematian. Meski hal itu adalah kodrat hidup makhluk hidup namun saat kau mengalaminya sendiri itu terasa buruk. Cukup sudah aku kehilangan ibuku saat usiaku masih kanak-kanak, tapi kini mimpi perpisahan itu selalu menghantuiku. Membuatku meneteskan air mata disetiap mimpiku.

Aku tak pernah ingat memiliki waktu tidur yang panjang untuk mendapatkan sebuah mimpi dalam tidurku, namun mimpi ini selalu memiliki kesempatan untuk melintas dalam tidurku yang singkat. Dia ingin mengingatkanku bahwa mimpi ini ada, mimpi ini hidup dan berubah-ubah.

Pertama kali kumimpikan hal ini ketika duduk dibangku kuliahku. Hari pertama aku menginjakan kakiku di kampus dan malam harinya setelah melahap text book yang tebal, aku ketiduran di atas meja belajar dengan buku-buku berserakan, pukul lima pagi. Dan aku bermimpi, mimpi yang aneh. Saat itu, sesosok wanita menghampiriku, dia masih muda, dia remaja, lebih muda dariku. Saat pertama kumelihatnya dia sudah mengenaliku, dia selalu yang pertama menemukanku, memanggil namaku. Namun tak pernah bermurah hati untuk memberitahukan namanya. Saat itu dia menemukanku di stasiun kereta api, stasiun kereta yang sangat kuno, stasiun kereta yang lama ditinggalkan. Hanya kami berdua, berdiri dalam jarak puluhan meter, tapi kami bisa mengenali wujud kami. Meski aku tak tahu namanya, aku tahu dia adalah seseorang.. seseorang yang pernah kutahu, namun kini tak kukenal. Hanya itu yang kuingat dari mimpi pertamaku, setelah mimpi ini mimpi-mimpi lain akan datang dan pergi dalam ingatanku. Terkadang aku akan termenung saat ingatan akan mimpi itu terlintas lagi, namun aku ragu bila itu benar-benar adalah mimpiku. Tak ada satu orang pun yang bisa mengingat mimpinya..

“Mimpi yang sama lagi?” tanya ayahku yang muncul di balik pintu. Dia sedang berkacak pinggang melihatku masih di atas ranjang termenung dengan penampilan berantakan.

Ayahku selalu menuntut penampilan terbaik dariku, aku tak pernah mengecewakannya sebelumnya. Tidak di depan publik, hanya di dalam rumah ini lah kami bisa seperti ini, bersikap seolah kami memiliki hubungan ayah-anak yang akrab, kenyataannya dia tidak perduli bila aku anaknya atau bukan, dia memiliki keluarga lain yang lebih diperdulikannya.

Setelah ibuku meninggal karena sakit, ayah menikah lagi dan memiliki dua orang anak lain bersama istri barunya. Kami memang tidak memiliki hubungan yang harmonis, namun aku tetap berusaha menghormati ayah dan ibu tiriku dan anak-anak mereka. Hanya ayah yang tahu mengenai mimpiku, dia tidak pernah berkomentar lebih dari pertanyaan yang baru saja diungkapkannya.

Tanpa memberikan kepuasan akan jawaban yang dicarinya, aku berjalan ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhku. Ayah bisa menunggu di ruang tamu sebelum kemudian kami akan berangkat ke kantor. Di muka publik dan rekan bisnis, dia adalah boss besar, sedangkan aku hanyalah boss kecil.

Ayahku masih sehat bugar, dalam usianya yang ke lima puluh tahun, dia masih aktif. Ya, dia memilikiku saat usianya dua puluh dua tahun. Percintaan remaja yang menggebu-gebu dan disesalinya karena harus menikah di usia yang sangat muda, namun demikian sepuluh tahun hidup bersama ibuku dilewatinya dengan bahagia, hanya setelah kematian ibu ayah mencari pengganti yang kini tinggal bersama mereka di rumah yang berbeda dari yang kutinggali sekarang.

Rumah yang kutinggali ini adalah rumah warisan kakekku dari pihak ibu, rumah tua bergaya Victorian yang luas dan megah. Kakekku adalah seorang bangsawan namun garis keturunannya terhenti di tangan ibuku, keturunan wanita tidak bisa meneruskan nama keluarga. Ayahku menolak untuk masuk ke dalam keluarga ibu, harga diri Scandinavia dalam darah ayahku terlalu tinggi. Dia lebih senang menjadi orang biasa yang tidak terikat dengan protokol dan aturan-aturan yang kuno dan ketat, well.. aku tidak bisa menyalahkan ayah. Karena aku juga tidak suka dikekang oleh aturan.. 

Volcano Resolves - Chapter 1 

59 comments:

  1. kok di buat blog baru mba shin??

    kirain cm gambar doank..

    btw jgn2 ini kisah reinkarnasi si piter? O.o

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, soalnya belum ready masuk myown.. hihihihi... yup. rencananya sih geto.. lol. 1rb kisah cinta tragis Piter & Eliza. keren kan?? wkwkkwkww.. :kabur:

      Delete
  2. ni blog khusus yg tragis2 yo mbk???

    ReplyDelete
    Replies
    1. ndak juga sist, ini khusus buat Piter n Eliza aja n kisah2 reinkarnasi mereka selama 1000 kali itu :kl pas dapet ide pasti aku bikin disini jg selain di myown: ihihihihih

      Delete
    2. 1x reinkarnasi 1bln ajah... 1000 reinkarnasi 1000bln. 84 tahun... Keburu metong gueh... #gubragh...

      Hahaha....kl gitu ceritanya, emang butuh blog sendiri...

      Delete
    3. wkkwkw ya kan reinkarnasimu yg berikutnya yg ngelanjutin wkwkkwkwkkw

      Delete
    4. Wuahhh.... Bener banged, author nya aja ampe bereinkarnasi..

      Delete
  3. mba shin.... Jgn smp ne sad ending yah.. Awas!#pinjem piso Lucas :D

    Wah.. Seru.. Seru.. Piotr? Gmn ngucapin'y mba shin??
    Cwe yg d mimpi pst Liza *.*
    D tnggu next chap.. As always thanks a lot mba shin mwuaaaaaah :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha yg VR happy ending kok sila, gak ada perpisahan atau kematian, kan karma mereka berakhir di kisah ke 1000. ini yg ke 1001 ihihihih sip sip thanks so mat udah ngikutin piter kemana2 jg ya :D

      Piotr dibaca Pyoter

      Delete
  4. Naaahh ini dy d sni critanya, xixixixi

    ReplyDelete
  5. omigot seribu kisah my piter,aq kngen piter.mksh mba shin :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahah ayo ren.. cari wajah yg cocok untuk Piter n Pyoter.. mereka berbeda tubuh lho.. jadi kamu musti nyari 1001 wajah untuk Piter lol.. :kapok:

      Delete
  6. wow,,,makin banyak blog yg kudu dsave,,
    Whoaaaaaaaaa,,,
    Ccyiiiiin,,,ni ntar teteup dpost dsini atw mw dpindahin ke myown??

    ReplyDelete
    Replies
    1. kyknya disini cin, soalnya aku rencana bikin 1001 kisahnya disini :D tp ndak tau jg ya.. encahlah.. lol

      Delete
    2. 1001 kisah???
      Kayak kisah Aladin donk?? *eh Aladin bukan y??
      Aaiissh,,lupa aq,,hehehheheehe

      Delete
    3. hahahah alibaba kali cin.. kwkwkw

      Delete
  7. walopun waktu VE, saya ga terlalu ngikutin, tapi saya tau itu sad ending.

    untuk yg ini, saya mohon dengan sangat sama mba shin, cerita ini dibikin happy ending.

    mudah2an di post di myown.
    thanks mba shin :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. oiya. ini happy ending kok sist :D

      sip sip nanti dipikirkan lagi utk posting di myown :D makasi ya sista udah mampir kesini :hug:

      Delete
    2. Mba risma : VE udah kelar, baca nya bisa ga pake penasaran. Pake tisu aja yg banyak.. Saran saya, baca deh. Tjap djempoel punya tuh...

      Mba shin : kl ga di posting di myown, paling ga di sana kasi link nya yaa... Myown udah ta delete dr bookmark, bahaya kl anak ku, noel2 link nya, pas kebuka, ada gambar, yg goyang2 pula... Aisshhh....

      Delete
    3. oiya, pasti dikasi direct link untuk mampir kesini.
      hahaha baca myown didelete dr bookmark entah musti seneng apa sedih nih ndak tahu. lol

      Delete
    4. Seneng aja jeung... Soalnya tanpa bookmark, myown cepet ketemu nya. Ipad nya bisa ngelacak, mana yg sering di akses

      Delete
  8. Akhirnya yang ditunggu2 muncul juga

    Mba Shin qu kan sabar menunggu cerita selanjutnya ciiiiiii....

    Tq Muaaaaaaaah

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. banyak bngt mbak shin blogx, aku 1 blog aja loem buat kwkwkwk lg sbk berat... Asyk yg ini happy ending *peluk mbak shin* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh blogku emang banyak kok. 1,2,3,4,5,6 total semuanya ihiihihih...

      yup, happy ending hehe :hug:

      Delete
  11. yei yei yei
    Piter muncul lagi, dengan kisah baru meheheh
    ditunggu pake banget mb shin ;3

    ReplyDelete
  12. nama piter dikehidupan sekarang siapa ya?.. aduh, kepo banget nih aku.. hmmm,gak sabar dengan lanjutannya.. saat piter bertemu dengan sosok yang selalu hadir dimimpinya.. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkw :aih..: namanya si piter biar gak jauh2 banget skrg jd nya E.P.P.R :D panjang kan? lol

      Delete
    2. eh, apaan EPVR mbak..?
      aduh, bikin tambah penasaran aja..

      Delete
  13. He.he.he bener udah ilang tu kode & bener ni happy ending khan sist jd ga perlu tisu sapu tangan aja he.he

    ReplyDelete
  14. Akhirnya yang ditunggu2 muncul juga

    Mba Shin qu kan sabar menunggu cerita selanjutnya ciiiiiii....

    Tq Muaaaaaaaah

    ReplyDelete
  15. blog baru nih cerita nya mbak shin......???? hehehehehehe.....
    boleh juga nih...
    blog ini diposting setiap hari mbak or......??????
    ditunggu mbak shin lanjutannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkwk setiap hari?? ya ya... setiap hari kl pas mood lol sip sip makasi sista :D

      Delete
  16. HALOOOOO MBAK SHIN.... tante kali ya*PLAKKKK
    kenalin aq new reader dsini, hehe
    akhirnya bisa komen juga, rasanya tuh kayak lagi tiduran dikelilingi cowok ganteng*OtakGakBener

    aku sukaaaaaaaaaa bangt sama story2 disini, selalu meledak2 hatiku tiap nemuin postingan baru.

    aku harap bisa diterima dengan baik disini*masangmukapolos

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhaa selamat datang sista.. pst diterima kok dengan senang hati. selama kita saling hormat menghormati, niscaya orang lain akan menghormati kita juga. mdh2an cara pikir kita sama ya. :) heheh

      jngn kapok2 baca cerita2 karyaku ya, baik yg disini maupun disana -dimana-mana- ihiiiihih... :shakehand: eh eh aku masih muda lho.. enak aja tante2..

      Delete
    2. hehe . . Okesip mbabro

      ditunggu loh next chap VR, smga disini mrka bsa brsatu n happy ending

      oh iya salamin ya sma Piter, blg aja dari Last Love nya
      hehehe

      Delete
    3. hahhaa salamin aja sendiri, ntr malem dia bilang mau mampir ke kamarmu katanya. dia kan skrg datang gk dijemput pulang gk diantar. wkwkkwkw :peace:

      Delete
  17. wawawah,, ini cerita reinkarnasi yg ke 1001,,, berarti kehidupan udah modern banget yach,,, hahaha...

    Ditunggu crtnya mbak,,,, ok,,semangat.└(^o^)┘└(^o^)┘└(^o^)┘└(^o^)┘

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhahaa yoi bentul sekali. sip sip tengkyu sista :D

      Delete
  18. Piteeer Volcano aku merindukanmu *peluk erat kecup basah*.
    Mbak Shin,ini gak tragis kan ceritanya?Gak kuat harus move on lg dari kisah Piter kalo endingnya tragis. :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah ndak kok, sweet eternal ending seperti judul cover blog ini ahahahha...

      Delete
  19. jreng...jreeenggg... ekeee munul di siniiii!!!!

    bang piteeeerrrrr ich kommmeeeeee.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh ada jeng rike... mwah.. untung belum ada yg bisa diobrak-abrik disini ahahhahahahahha

      Delete
  20. Gubbbrrraaakkkk 1000 crita reinkarnasi.... Mpe kpn neh slsnya wkwkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampe reinkarnasi ku yg ke seribu aihaiahiaa

      Delete
  21. Baru nyadar kalo ada lanjutan VE.... ayo bleh di hajarrrr.... hahaha...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...